Senin, 04 Mei 2020

Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan Langga Lero bersama Babinsa Lakukan Pemantauan ODP


Tambolaka, InfoPublik - Tim Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kelurahan Langga Lero bersama Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) Propinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (18/4/2020) melakukan sosialisasi dan pemantauan ODP warga masyarakat yang baru kembali dari daerah zona merah virus corona.
Seperti yang sudah diimbau dan diarahkan oleh Satgas Covid-19 SBD, agar masyarakat yang baru kembali dari daerah terpapar Covid-19 untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari, Lurah Langga Lero Alfonsus K. Nong dan Babinsa Kecamatan Kota Tambolaka Yoris Mere dan petugas kesehatan Maria Sipul serta anggota tim satgas lainnya melakukan kunjungan ke rumah warga masyarakat dan perusahaan yang baru kedatangan masyarakat dari luar Sumba.
Tampak rombongan Satgas memberikan penyuluhan di PT. Bumi Indah yang baru kedatangan karyawannya sebanyak 17 orang untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari dan mengontrol kesehatannya apabila dirasa ada hal-hal mengganggu kesehatannya.
Selain itu juga agar selalu menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun. Tim satgas juga memberikan brosur pencegahan covid-19 pada masyarakat untuk dapat menjadi panduan dalam keluarga.
Setelah memberikan arahan dan imbauan-imbauan di PT. Bumi Indah, rombongan melanjutkan pemantauan dan sosialisasi di rumah warga yang diketahui ada keluarga yang baru datang dari luar Sumba, khususnya dari daerah terpapar covid-19. Tim Satgas Kelurahan Langga Lero melakukan kunjungan ke 7 titik baik dirumah penduduk maupun perusahaan yang ada disekitarnya.
Dalam arahannya, Lurah Langga Lero Alfonsus K. Nong mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk memastikan masyarakat menaati protokol kesehatan demi memutus mata rantai penularan Covid-19. Wabah virus corona (covid-19) saat ini sudah mendunia sehingga secara bersama-sama semua komponen saling bahu membahu untuk melakukan sosialisi dan pengecekan pada orang yang baru datang dari daerah terpapar Covid-19.
“Kami dari posko kelurahan Langga Lero tidak akan bosan-bosan untuk mengunjungi setiap orang yang baru pulang dari luar daerah untuk menghimbau. Kami minta dukungan dari keluarga untuk kita sama-sama memantau, mengontrol dan menjaga anak atau saudara kita supaya membatasi diri dalam berinteraksi,” ungkapnya.
Bidan Maria sebagai petugas kesehatan memberikan arahan jika ada gejala-gejala sakit yang dirasa agar segera memeriksakan diri di Puskesmas atau petugas kesehatana terdekat. Pola makan dan hidup bersih agar selalu dijaga, serta dalam waktu sementara ini agar menjaga jarak baik di dalam keluarga sendiri.
“Jika ada keluhan tolong hubungi kami, ada nomor telepon di brosur yang kami bagikan, kami akan langsung datang jika dihubungi,” tuturnya.
Babinsa Kecamatan Kota Serda Yoris Mere dalam himbauannya mengatakan agar keluarga tidak merasa bahwa kedatangan tim satgas saat sudah memvonis ada keluarga yang positif terpapar Covid-19.
“Kedatangan kami saat ini untuk memastikan karantina mandiri selama 14 hari dilakukan, selain itu tim kesehatan bisa melakukan pengontrolan kesehatan. Bapak mama jangan berpikir keluarganya sudah ada yang positif terkena virus corona, tidak sama sekali,” jelasnya.
Lebih lanjut Yoris menjelaskan, pemantauan dan pengawasan ini merupakan tanggung jawab TNI dan Kelurahan sesuai dengan prosedur penanggulangan covid-19.
Tugas TNI selain perang adalah menanggulangi bencana. Virus corona adalah bencana nasional bahkan bencana dunia. TNI juga membantu Pemda untuk membangun daerah selain membanti Polri untuk keamanan masyarakat.
“Apa yang sudah menjadi himbauan dari RSUD Pratama Reda Bolo kemarin tolong dilaksanakan, itu semua demi keselamatan kita bersama. Tapi jangan salah persepsi dengan status yang diberikan, ODP bukan berarti positif covid-19, mungkin saja virusnya sudah ada tetapi kita masih merasa sehat-sehat saja karena imun tubuh kita kuat, masa inkubasinya 14 hari, setelah lewat 14 hari itu baru bisa kita pastikan itulah yang kita control saat ini,” ungkapnya lagi.
Yoris juga menghimbau agar menjaga jarak sosial dulu saat ini, karena yang dikuatirkan saat berinteraksi denga orang lain, jika orang lain tersebut tidak mempunyai daya tahan tubuh yang kuat, maka itulah yang dikuatirkan karena bisa tekena duluan.
“Tolong bapak/ibu dibantu, saudara kita ini disiapkan kamar khusus dulu, jaga kebersihan, gizi makanannya diperhatikan dan istirahat yang cukup sesuai anjuran protocol kesehatan” ujar Serda Yoris. (MC. Kabupaten Sumba Barat Daya/Octa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar